Senin, 30 April 2012

Rossi Dapat Banyak Pelajaran dari Jerez

Valentino Rossi menuai hasil yang kurang memuaskan pada seri kedua MotoGP 2012 di Jerez, Spanyol, Minggu (29/4/12). Meskipun demikian, "The Doctor" tidak kecewa, malah senang karena ada secercah harapan untuk balapan-balapan seri mendatang.
Rossi start dari posisi ke-13. Juara dunia tujuh kali MotoGP ini mengakhiri lomba selama 27 lap tersebut di urutan kesembilan. Melihat hasil itu, tak ada kemajuan yang dramatis.
Jika di Qatar Rossi melontarkan kritik pedas karena performa Desmosedici GP12 yang dinilai sangat buruk, maka kali ini Rossi mengaku bisa mengambil pelajaran. Apalagi rekan setim, Nicky Hayden, sempat menunjukkan penampilan menjanjikan dengan start di urutan ketiga, meskipun akhirnya finis di posisi kedelapan.
"Saya pikir, hal positif dari balapan ini adalah membantu kami untuk melakukan yang lebih baik lagi pada seri-seri mendatang, yang dimulai pekan depan di Portugal," ujar Rossi.
"Pada balapan ini kami menggunakan pengesetan yang baru, dan ternyata memberikan sinyal positif. Pertama kami mencoba beberapa solusi untuk memberikan rasa yang sama seperti apa yang kumiliki sebelumnya, tetapi hal itu tidak bekerja. Pengesetan saat balapan ini sangat mirip dengan yang sudah dipakai Nicky meskipun tidak sama," lanjut Rossi.
"Saya pun harus menunggang motor dengan cara yang sedikit berbeda dari biasanya, dan itu menyebabkan saya sempat kesulitan di lap-lap awal karena pada dasarnya saya memulainya dari nol," papar Rossi.
Namun pebalap Italia itu mengaku mulai bisa mengendalikan motornya setelah menemukan irama yang tepat. "Ini membantuku untuk lebih optimistis menghadapi seri-seri selanjutnya jika saya bisa mengendarainya sedikit lebih baik. Kami akan menggunakan pengesetan ini pada hari Jumat," tutur Rossi.
Sementara itu Hayden mengaku sangat menikmati balapan di beberapa lap awal. Sayang, faktor ban membuat dia harus melorot ke barisan belakang karena mulai kehilangan grip.

Lorenzo Sesalkan Pilihan Ban

Jerez - Jorge Lorenzo hanya mampu finis di urutan kedua dalam balapan MotoGP Spanyol. Pebalap tim Yamaha itu pun mengaku menyesali pilihan ban di motornya.

Dalam balapan berdurasi 27 lap di Jerez, Minggu (29/4/2012) malam WIB, Stoner berhasil mengambil-alih posisi terdepan pada lap tiga. Sejak itu sang juara bertahan terus mempertahankannya sampai melintasi garis finis paling pertama.

Sementara Lorenzo (Yamaha) yang mengawali balapan dari posisi terdepan harus puas finis kedua setelah tak kuasa melewati Stoner, meski beberapa kali terlihat memberikan ancaman nyata.

"Saya tahu bahwa sangat penting untuk memilih ban yang tepat untuk ban depan motor saya," ujarnya seperti dilansir Autosport.

Lorenzo dan krunya kemudian memilih ban soft. Namun, diakuinya, itu adalah keputusan yang salah.

"Kami kemudian memilih ban lunak. Sayangnya, kami salah dan kami mendapatkan banyak masalah selama balapan. Saya tak tampil sebaik ketika sesi latihan."

"Tanpa persiapan yang bagus, finis di urutan dua tidaklah buruk. Kami masih memimpin jalannya kompetisi dan kami punya motivasi bagus jelang balapan di Estoril," tukasnya.


sumber : http://sport.detik.com/read/2012/04/29/231311/1904414/81/lorenzo-sesalkan-pilihan-ban

Gagalkan Ambisi Lorenzo, Stoner Puas

JEREZ - Casey Stoner sukses merusak rekor mentereng Jorge Lorenzo di Jerez. Pembalap Repsol Honda ini pun mengaku puas bisa meraih kemenangan pertamanya di kampung halaman sang rival.

Stoner tampil cemerlang saat melakoni seri kedua MotoGP 2012, di Sirkuit Jerez, Minggu (29/4/2012). Mengambil start dari urutan lima, juara dunia musim lalu langsung menerobos ke garda depan, bahkan menyabet pimpinan lomba hanya dalam tiga lap awal.

Memang, dalam upayanya meraih kemenangan pertamanya di Jerez, Stoner terus diteror sang penguasa Jerez, Lorenzo yang tengah membidik hattrick kemenangan di hadapan publiknya.

Tak hanya teror dari Lorenzo, masalah arm pump (mati rasa pada lengan) yang dialaminya pada seri pertama di Qatar juga diakui Stoner kembali mengganggunya. Beruntung, kali ini The Kurri-Kurri Boy -julukan Stoner- mampu mengatasinya dan melintasi garis finis pertama, mengungguli dua pembalap tuan rumah Lorenzo dan rekan setimnya Dani Pedrosa di tempat ketiga.

“Mengingat penampilan saya secara umum sepanjang akhir pekan, dan juga betapa cepatnya Jorge (Lorenzo) dan Dani (Pedrosa) di trek ini, maka, kemenangan di sini sangat special buat saya,” tutur Stoner dikutip Autosport, Senin (30/4/2012).

“Saya sempat mengalami arm pump lagi, tapi untungnya tidak separah di Qatar. Jadi saya sedikit memaksakan diri hingga akhirnya bisa menang. Secara umum, performa motor juga lebih baik dari kualifikasi,” sambungnya.

Kesuksesan Stoner menggagalkan ambisi Lorenzo mencatatkan hattrick kemenangan di Jerez, kali ini seakan menjadi pembalasan atas apa yang terjadi pada seri pertama di Qatar, di mana saat itu Lorenzo sukses mematahkan dominasi Stoner di Sirkuit Losail. (acf)


sumber : http://sports.okezone.com/read/2012/04/30/38/620859/gagalkan-ambisi-lorenzo-stoner-puas

Rossi Tatap Estoril dengan Optimis

Jerez - Valentino Rossi hanya finis di posisi sembilan di MotoGP Spanyol. Tetapi performanya bersama Ducati di Jerez tetap membuat Rossi optimistis untuk seri berikutnya di Estoril.

Rossi memulai balapan MotoGP Spanyol dari posisi 13. Di dalam balapan, Minggu (29/4/2012), juara dunia tujuh kali kelas primer itu pun tidak membuat kemajuan dramatis sampai akhirnya finis di posisi sembilan.

Akan tetapi, Rossi tidak kecewa-kecewa amat. Menurutnya masih ada hal positif yang bisa dipetik dari balapan tersebut.

"Hal positif dari balapan hari ini adalah aku pikir itu mungkin membantu kami untuk tampil lebih baik di seri berikutnya, mulai dari pekan depan di Portugal," kata Rossi di Autosport.

Salah satu faktor yang bikin Rossi optimistis dengan penampilan tersebut adalah penggunaan pengaturan motor yang berbeda dari biasanya.

"Hari ini kami menggunakan pengaturan yang baru buat kami dan itu memberi kami tanda-tanda positif. Pengaturan hari ini sangat mirip dengan apa yang digunakan Nicky (Hayden, rekan setim Rossi) selama beberapa waktu, tapi tidak persis sama."

"Aku harus membiasakan untuk berkendara dengan cara sedikit berbeda dari yang biasa aku lakukan dan hari ini itu membuatku kehilangan waktu di lap-lap awal karena aku praktis buta (dengan pengaturan baru)," beber Rossi.

Seiring dengan jalannya balapan, Rossi memang mampu membenahi posisi meski belum secara drastis. Apapun, pengaturan baru itu tetap membuatnya optimistis sehingga akan kembali digunakan di Estoril pada akhir pekan.

"Ini membuatku sedikit lebih optimistis untuk balapan selanjutnya karena aku mampu berkendara dengan lebih baik. Bahkan kami akan menggunakan pengaturan ini saat kami mulai hari Jumat nanti," simpul Rossi.

Dari dua seri sejauh ini, Rossi finis di posisi 10 dan 9. Di saat yang sama musim lalu, dalam musim debutnya bersama Ducati, Rossi mencatatkan posisi finis 7 dan 5.


sumber : http://sport.detik.com/read/2012/04/30/094030/1904527/81/rossi-tatap-estoril-dengan-optimistis?s99220269

Konsistensi Crutchlow Dipuji Lorenzo & Pedrosa

JEREZ – Performa impresif Cal Crutchlow yang finis keempat di Sirkuit Jerez ternyata juga mendapat perhatian dari rival-rivalnya. Dengan performa yang konsisten, Crutchlow diyakini bakal segera merengkuh podium.

Crutchlow tampil brilian di seri MotoGP Spanyol pada Minggu (29/4) kemarin dengan finis keempat dan hanya tertinggal 2,5 detik dari sang juara Casey Stoner.

Hasil baik ini menggenapi performa bagus pembalap Monster Yamaha Tech3 ini setelah di seri perdana MotoGP di Qatar awal bulan April lalu, Crutchlow juga finis keempat.

Dua Spanyol, Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa bahkan mulai menganggap performa juara World Supersport asal Inggris yang berusia 26 tahun ini sebagai pesaing serius calon juara.

“Motor 1.000cc memberi lebih banyak kesempatan untuk pembalap seperti Cal. Dia terlihat lebih nyaman dengan motor yang sekarang,” kata Lorenzo seperti dikutip dari Crash, Senin (30/4/2012).

“Dia bisa lebih agresif karena dengan motor 800cc bila kamu terlambat mengerem maka akan kehilangan setengah detik, maka dengan motor 1.000cc mungkin hanya sepersepuluh detik,” tambah juara dunia 2010 ini.

“Cal telah melalui dua balapan yang hebat dan dengan motor 1.000cc dia terlihat lebih cepat,” tegas Lorenzo.

Senada dengan Lorenzo, Pedrosa menilai Crutchlow yang baru dua tahun berkiprah di ajang MotoGP sebagai pembalap yang berkembang paling pesat. Pada tahun lalu, hanya menempati urutan ke-12 klasemen pembalap dan belum pernah meraih podium.

“Melihat hasil yang dia torehkan, Cal benar-benar telah melakukan langkah besar dibanding tahun lalu.” tandas Pedrosa.


sumber : http://sports.okezone.com/read/2012/04/30/38/621050/konsistensi-crutchlow-dipuji-lorenzo-pedrosa

Dovizioso Akui Salah Pilih Ban

JEREZ – Gara-gara salah pilih ban, Andrea Dovizioso tak mampu meraih podium. Pembalap Monster Yamaha Tech3 yang sempat masuk tiga besar di 10 lap pertama ini terpaksa mengakhiri balapan dengan finis kelima.

Pada lomba di Sirkuit Jerez, Minggu (29/4), Dovizioso memilih ban depan berjenis lunak. Akibat pilihannya itu, Dovi pun kehilangan grip ketika balapan sudah berlangsung setengah dari 27 lap yang dilombakan.

“Ini akhir pekan yang sangat sulit karena saya tidak menyukai sirkuit ini ditambah saya tidak merasa nyaman dengan mesin YZR-M1,” kata pembalap asal Italia berusia 26 tahun ini seperti dikutip dari Crash, Senin (30/4/2012).

“Saya juga membuat keputusan yang salah saat memilih ban depan. Saya ingin membalap dengan ban depan keras seperti yang dipilih oleh Cal tapi saya menggantinya menjadi lunak mengingat semua pembalap top menggunakan ban jenis ini,” aku Dovi.

Karena blunder ban lunaknya itu, Dovi tercecer dari grup terdepan dan seperti di seri perdana di MotoGP Qatar awal bulan April ini, dia terpaksa kembali finis di belakang rekan setimnya Cal Crutchlow yang menempati urutan keempat.

“Saya sangat senang dengan start saya hari ini karena mampu bergabung bersama grup terdepan tetapi di pertengahan lomba, saya tidak bisa mempertahankan kecepatan untuk terus bersama dengan Cal dan Dani,” tandas Dovi


sumber :http://sports.okezone.com/read/2012/04/30/38/621192/dovizioso-akui-salah-pilih-ban

SPIES MEMINTA MAAF

JEREZ – Ben Spies meminta maaf kepada timnya, Yamaha Racing Team karena hanya finis di urutan ke-11. Raihan yang sangat kontras dengan apa yang didapat oleh rekan setimnya Jorge Lorenzo yang finis kedua di MotoGP Spanyol tersebut.
 
Sejak balapan di Sirkuit Jerez pada Minggu (29/4) kemarin itu digelar, juara dunia World Superbike 2009 ini sudah terlempar dari posisi 10 besar. Spies terlihat kesulitan menyusul pembalap CRT Randy de Puniet yang membalap bagi tim Aspar Aprilia.
 
“Saya tidak tahu apa yang terjadi. Saya mencatat start yang bagus tapi setelahnya saya merasa tidak nyaman dengan motor. Itu sungguh lomba yang menyedihkan bagi saya,” kata Spies seperti dikutip dari Autosport, Senin (30/4/2012).
 
“Saya ingin meminta maaf kepada tim dan kami telah mengadakan pertemuan soal apa yang saya rasakan mengenai motor. Saya benar-benar merasa tidak nyaman,” tambah Spies.
 
“Saya membalap hingga batas kemampuan saya tapi motor saya tidak punya kecepatan. Kami harus menemukan masalahnya karena Yamaha sebenarnya bekerja dengan baik tapi anehnya saya merasa tidak nyaman dengan motor saya,” tegas Spies.
 
Pembalap asal Amerika Serikat berusia 27 tahun tersebut kini menduduki peringkat ke-11 klasemen pembalap dengan 10 poin hasil dua kali finis ke-11.
(auz)


sumber : http://sports.okezone.com/read/2012/04/30/38/621200/spies-minta-maaf

VALENTINO ROSSI BAKAL UBAH GAYA BALAP SESUAI KARAKTER DUCATI


Valentino Rossi berniat untuk mengubah gaya balapnya mulai balapan MotoGP Estoril, Portugal yang diselenggarakan pekan depan agar cocok dengan settingan baru yang diklaim lebih sesuai dengan karakter motor Ducati GP12 ketimbang motor Honda dan Yamaha yang dikendarainya pada masa lampau dan usaha tersebut diharapkan dapat memperbaiki penampilannya pada seri selanjutnya.

Selama ini Valentino Rossi berusaha menyesuaikan set up motor Desmosedici agar lebih kompatibel dengan gaya balap ‘motor Jepang’nya. Tetapi Rossi berencana untuk melakukan sebaliknya yang memaksanya untuk mencocokkan gaya balapnya terhadap karakter motor pabrikan asal Bologna tersebut.
Untuk pertama kalinya Valentino Rossi memakai set up motor yang didasarkan pada data yang dimiliki oleh rekan satu timnya, Nicky Hayden. Dengan memakai settingan baru tersebut, Valentino Rossi mendapatkan sejumlah respon positif saat melakoni balapan MotoGP Jerez, Spanyol yang berlangsung pada Hari Minggu dimana juara dunia sebanyak sembilan kali tersebut finish ke-9 setelah memulai start ke-200 di kelas premier di P13.
“Saya cukup puas dengan hasil balapan hari ini,” kata The Doctor usai berlaga dalam 27 lap balapan seri kedua MotoGP 2012 yang berlangsung dalam kondisi kering tersebut. “Tentu saja tidak ada yang fantastis dan kami harus membalap lebih baik, tetapi saya pikir balapan hari ini sangat penting untuk membuat sebuah langkah di balapan selanjutnya. Karena hari ini saya membalap dengan settingan lain yang lebih condong ke gaya khas Ducati.
“Kami tidak beruntung akhir pekan ini karena saya belum sempat mencoba settingan yang sudah kami miliki sejak Hari Jumat pagi tersebut dikarenakan kondisi cuaca yang buruk, jadi kami tidak memiliki waktu untuk memahami dan memulai balapan dengan settingan yang benar-benar baru.
“Saya kehilangan terlalu banyak waktu pada awal race, dan itu sebabnya saya tidak bertarung dengan Nicky dan pembalap lain. Pada akhirnya saya memiliki kecepatan yang cukup bagus. Jadi saya senang untuk menyambut balapan berikutnya. Kami akan mencoba settingan ini sejak awal.
“Sejak melakukan tes pertama memakai motor ini kami sudah mencoba untuk membuat setting yang dapat memberi saya feeling seperti yang saya punya pada masa lalu. Sayangnya cara itu salah. Motor ini harus mendapat perlakuan yang berbeda. Saya harus membalap dengan cara yang sedikit berbeda. Settingan itu lebih mirip seperti yang dimiliki Nicky, lebih cenderung khas settingan Ducati dengan sejumlah modifikasi. Saya perlu memodifikasi racing line dan jalur saat mendekati tikungan. Settingan ini membuat saya mengerem lebih keras dan membawa motor memasuki tikungan dengan cara yang lebih baik. Jadi tiap saya bisa merasa agak lebih baik, saya bisa memodifikasi gaya balap.”


Kamis, 12 April 2012


Bologna - Valentino Rossi menganggap faktor motor sebagai penyebab dia belum bisa tampil bagus bersama Ducati. Lalu, kenapa Casey Stoner bisa menaklukkan Desmosedici dan jadi juara dunia?

Sejak membela Ducati pada musim 2011, Rossi tak kunjung bersinar. Di musim debutnya, pebalap asal Italia itu cuma sekali naik podium dan tak sekali pun memenangi balapan.

Pada musim ini, peruntungan Rossi mungkin juga belum berubah. Di seri perdana di Qatar, The Doctor cuma finis di posisi kesepuluh, kalah dari rekan setimnya, Nicky Hayden, yang finis keenam.

Setiap kali meraih hasil jelek, Rossi kerap kali "menyalahkan" motornya. Dia menyebut motornya masih bermasalah di sana-sini.

Kalau memang motor Desmosedici bermasalah, kenapa Stoner tak banyak mengeluhkannya saat masih membela Ducati pada periode 2007-2010? Bahkan, pebalap Australia itu mampu memenangi 23 seri dan sekali jadi juara dunia.

"Dia (Stoner) punya gaya membalap yang sangat aneh dan dia juga masih muda pada tahun 2007, jadi lebih mudah baginya untuk beradaptasi dengan Ducati," komentar Rossi di Autosport.

"Dia berkembang bersama Ducati, jadi dia harus berterima kasih kepada Ducati. Kalau dia bisa membalap seperti sekarang itu karena dia berkembang dengan motor ini, di mana kalau Anda tak mengendarainya dengan cara khusus Anda akan kacau," ujar rider 33 tahun ini.

Rabu, 11 April 2012

Ducati dan Rossi Harus Akhiri Spekulasi Performa Buruk di Jerez!

Alih-alih bertarung untuk meraih posisi finish di podium MotoGP Qatar (8/4) pekan lalu, Valentino Rossi malah hanya bisa finish di urutan 10. Rossi sudah mengeluhkan performa motor yang tidak kompetitif sejak sesi tes resmi pra musim 2012, akhirnya mulai mengeluhkan pada sikap Ducati yang ternyata acuh pada masukan pengembangan yang diinginkan sang juara dunia 7 kali itu.

Bahkan usai menjalani balapan di Qatar, Rossi secara blak-blakan menjelaskan bahwa Ducati tidak mau mendengarkan arah pengembangan motor. Karakter Ducati GP12 malah semakin menjauh dari karakter motor yang ideal baginya. Namun tidak serta merta kita bisa menyalahkan Ducati, sebab mereka juga tentu mempunyai data untuk pengembangan motor sesuai spesifikasi pembacaan telemetry dan keluhan Rossi.

Kekecewaan Rossi pada keputusan Ducati untuk aplikasi setting motor yang sangat berbeda dengan keinginannya, langsung direspon oleh Filippo Preziosi (direktur teknis Ducati). Pria setengah baya asal Italia itu menganggap ini bukanlah kesalahan Valentino Rossi. Ia bahkan mengakui melakukan langkah pengembangan yang salah pada motor Rossi, dan membuat pembalapnya kehilangan kepercayaan diri.

Pro-kontra pada buruknya performa Valentino Rossi ini bahkan berlanjut di dunia twitter, dimana banyak orang yang mendukung Rossi. Tapi tidak sedikit juga yang menganggap bahwa Rossi gagal beradaptasi pada motor Ducati, dan Ducati harus merekrut pembalap lain seperti Casey Stoner yang mampu menunggangi Ducati apa adanya.

Jika keluhan yang disampaikan Rossi bahwa Ducati tak mau mendengar sarannya untuk arah pengembangan dan setting motor, maka Ducati harus lebih lunak. Setidaknya ambisi mereka untuk meraih kemenangan bersama Valentino Rossi, bisa diraih kembali. Yah minimal ada perubahan besar di MotoGP Jerez (29/4) nanti, dan pencapaian di MotoGP Qatar tidak terulang. Kita tunggu saja nanti hasilnya. (otosport.co.id)

musim 2013 Rossi balik keYamaha??…

Motogp : Rumor….musim 2013 Rossi balik keYamaha??…

Sebuah rumor dihembuskan oleh media online Motoblog Italia bahwa pembalap kelahiran Urbino dikabarkan berencana balik ketim Yamaha dimusim 2013 nanti. Dua tahun kelabu bersama Ducati sepertinya telah membulatkan tekad The Doctor untuk menjalin hubungan kembali bersama pabrikan yang dibelanya selama 7 tahun. Lha terus…Lorenzo dan Spies dikemanakan??…

Jangan kuatir, posisi mereka tidak terancam oleh silegendaris. Sebab gosipnya, Rossi akan membentuk tim satelit baru sebagai embrio menantang tim pabrikan. Uniknya….walau sekedar bisikan yang tidak jelas asal juntrungannya, media online Motoblog sudah berani menyebut secara gamblang sponsor yang akan membekingi The Doctor. Yup…mereka menyebut Coca cola, produsen minuman ringan asal Amerika. Lho kenapa sih koq baliknya keYamaha, dan bukan pabrikan lain? karena untuk bergabung dengan Honda tidak mungkin. Ada resistensi emosional yang tidak mungkin pulih diantara keduanya sejak kejadian 2003 lalu….

Sedang pabrikan lain?? standarisasi gaji The Doctor bukanlah kelas abal-abal. Artinya butuh dana besar untuk bisa menggaet Rossi. Yah namanya saja masih rumor. Artinya…bisa iya bisa tidak. Terlalu prematur membicarakan wacana kepindahan satu rider. Apalagi musim balap 2012 baru saja dimulai. Siapa tahu penampilan Rossi akan berbalik 180 derajat jadi kompetitif. Who knows. Btw Rossi kembali nunggang Yamaha M1?? gimana menurut bro dan sis semua??….(iwb)

Sumber ; iwanbanaran

Dovizioso: Finis Posisi 5 Tidak Buruk.


Andrea Dovizioso lapang dada menerima hasil yang diraihnya di Grand Prix perdana MotoGP musim ini. Minggu 8 April 2012, pembalap Monster Yamaha Tech 3 itu menempati posisi 5 di akhir balapan malam yang digelar di Sirkuit Losail, Qatar.

“Tempat ke-5 bukan hasil yang buruk. Tapi, bukan berarti saya bahagia. Saya rasa hasil ini berkaitan dengan kurangnya pengalaman menggunakan motor Yamaha,” ujar Dovi seperti dikutip dari Crash, Senin 9 April 2012.

Ini merupakan debut Dovi beraksi di lintasan dengan membawa bendera tim Yamaha. Catatan waktu mantan pembalap Repsol Honda itu terpaut 0,3 detik dari rekan setimnya, Cal Crutchlow yang finis tepat di depannya.

Dovi menyadari masih banyak yang harus dipelajari dari YZR-M1 tunggangannya. Juara dunia 125cc musim 2004 itu bertekad meraih hasil lebih baik di seri 2 di Jerez, Spanyol pada 29 April mendatang.

“Saya ingin melaksanakan tugas dengan baik, tapi belum bisa karena beberapa alasan. Di satu sisi, saya belum terlalu paham dengan motor Yamaha. Di sisi lain, saya belum mendapat set up terbaik dengan chasis atau perangkat elektronik lain,” tuturnya.

“Saya akan berusaha menjadikan pengalaman ini sebagai pelajaran positif. Tim Monster Yamaha Tech 3 sudah bekerja keras membantu saya untuk memahami motor secepat mungkin. Dan saya yakin kami bisa lebih tangguh di Jerez nanti.”

Sementara itu, Manajer Tim, Herve Poncharal cukup puas dengan performa Dovi dan Crutchlow. Ia mengaku sempat tegang melihat kedua pembalapnya bersaing sengit di lintasan.

“Saya gugup melihat Cal dan Andrea bertarung sangat sengit di sepanjang balapan. Perbedaan waktu mereka bahkan tidak pernah lebih dari 0,3 detik. Performa keduanya sungguh fantastis dan mereka saling menghargai satu sama lain,” imbuhnya

sumber: http://sport.vivanews.com/news/read/302970-dovizioso--finis-posisi-5-tidak-buruk
 

Rating MotoGP Qatar Mengalami Penurunan di Italia

Rating MotoGP Qatar Mengalami Penurunan di Italia

Italia merupakan salah satu pasar terbesar untuk balapan MotoGP dan sosok Valentino Rossi adalah salah satu daya tarik bagi para pemirsa di negeri spaghetti itu.

Jadi wajar jika untuk rating siaran televisi live seri pembuka MotoGP yang berlangsung di sirkuit Losai, Qatar mengalami penurunan. Hal itu disebabkan oleh dua faktor yaitu acara balapan yang bertepatan dengan Easter Sunday serta hasil sesi kualifikasi yang diraih oleh Valentino Rossi merupakan yang terburuk sepanjang karir balap profesionalnya yaitu harus start di posisi ke-12.

Para fans tentunya tak terlalu berharap adanya keajaiban yang akan diciptakan oleh Rossi dan mungkin ada sebagian yang kesal dan lebih memilih untuk mematikan pesawat televisinya.

Kanal televisi Mediaset pada tahun ini menyiarkan balapan akhir pekan 'in free-to-view' untuk semua kelas balapan (Moto3, Moto2 dan MotoGP). Sedangkan sesi latihan bebas, kualifikasi dan warm-up pada tiga kelas balapan disiarkan secara simultan di dua kanal yang berbeda. Kontrak Mediaset sebagai pemegang hasil siar MotoGP dengan pihak Dorna akan habis pada akhir tahun dan tampaknya Sky tertarik untuk menguasai hak
siar MotoGP.

Menurut laporan Motoblog, Rabu (11/4/12) seri pembuka balapan MotoGP yang berlangsung malam di bawah lampu sorot yang spektakuler serta penambahan tim CRT di kelas MotoGP sepertinya tak memiliki pengaruh yang besar bagi pemirsa di Italia untuk menonton balapan MotoGP seri Losail.

Pada Minggu malam tayangan live MotoGP hanya ditonton sebanyak 4.830.000 pemirsa atau 19,46% dari pangsa pasar untuk menyaksikan kemenangan pertama pembalap Yamaha Factory Racing Jorge Lorenzo di musim balapan MotoGP 2012. Bandingkan dengan musim lalu ketika Casey Stoner memenangi GP Losail ditonton oleh 6.083.000 pemirsa atau sekitar 22,15% dari pangsa pasar.

Pihak Sportmediaset terakhir kali melihat penurunan ini pada musim balapan 2010 ketika Rossi mengalami kecelakaan di Mugello dan ini membuktikan bahwa meskipun kritik keras yang ia terima pada tahun lalu, khususnya setelah mengundurkan diri saat wawancara seusai lomba.

Masyarakat Italia ingin menyaksikan performa Rossi kembali seperti semula (sebelum cedera) dan menyaksikan dia untuk kembali berada di depan untuk bertempur dengan pembalap lainnya yang berbeda generasi yang oleh Rossi disebutnya sebagai generasi pembalap 'traction control'.

sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/184093

cal crutchlow bisa jadi idola baru gantikan rossi..??

GERNO DI LESMO – Penampilan fantastis Cal Crutchlow yang finis keempat pada seri pembuka MotoGP di Qatar mendulang pujian dari bos Yamaha Factory Racing, Lin Jarvis.

Jarvis yakin bila Cruthlow bisa meneruskan performa hebatnya ini maka pembalap asal Inggris tersebut bisa menjadi favorit para fans di masa depan. 

“Cal benar-benar berkarakter dan olah raga ini butuh orang berkarakter sepertinya. Valentino (Rossi) telah mendominasi beberapa tahun terakhir dan dia kini masih bersama-sama kita maka kita harus memanfaatkannya,” kata Jarvis seperti dikutip dari Motorcycle News, Rabu (11/4/2012).
 
“Tapi pada titik tertentu di masa depan dia akan melakukan hal lain dan kita harus menciptakannya menjadi bintang baru. Saya tidak mengatakan dia akan menggantikan Valentino tapi kita harus mempromosikan pembalap lain untuk disukai para penonton,” urai Jarvis.

Penampilan mengesankan Crutchlow sepanjang 22 lap MotoGP Qatar menegaskan awal yang hebat bagi era baru 1.000cc Yamaha. Crutchlow yang start dari baris terdepan untuk pertama kalinya sepanjang kariernya berhasil mencuri posisi keempat dari rekan setimnya yang jauh lebih berpengalaman Andrea Dovizioso pada lap ke-17.

“Sejujurnya saya terkejut. Saya tidak memperkirakannya tapi sungguh menyenangkan melihatnya memasuki musim ini dengan awal yang sangat positif,” aku Jarvis.

“Dia terlihat lebih senang dengan motornya. Ini merupakan tahun kedua baginya dalam tim. Saya penasaran melihat bagaimana dia akan perform. Saya pikir dia punya kesempatan memperoleh hasil-hasil yang top pada musim ini,” pungkas Jarvis.
http://sports.okezone.com/read/2012/04/11/38/609198/crutchlow-bisa-jadi-idola-baru-gantikan-rossi

Minggu, 01 April 2012

GERNO DI LESMO - Pembalap Yamaha Racing Ben Spies mematok ekspektasi tinggi pada gelaran MotoGP 2012 yang akan mulai bergulir pekan depan. Meski demikian, Spies enggan menyebut target yang dipasangnya.

Babak baru MotoGP akan mulai bergulir 8 April mendatang di Qatar. Seluruh kontestan menyatakan diri siap untuk bersaing, tak terkecuali kubu Yamaha Racing.

Spies merupakan salah satu pembalap yang mengaku tak sabar untuk segera memacu kuda besinya yang kini menggunakan mesin 1000cc. Pembalap Amerika Serikat ini berambisi terus menampilkan performa konsisten untuk bersaing di grid terdepan.

“Saya tidak punya target muluk. Meski begitu, ekspektasi saya cukup tinggi. Saya tidak ingin mengatakan bahwa musim ini saya akan memenangi dua balapan dan lima podium,” tutur Spies dikutip MCN, Minggu (31/3/2012).

“Saya sudah melakukan hal itu, tapi tidak cukup seperti harapan saya. Maka dari itu, di musim ini kami harus lebih berkemebang dan terus bertarung untuk podium setiap pekannya, serta lebih sering bertarung untuk juara,” sambung mantan pemnbalap Yamaha Tech3 ini.

Ditanya soal formula untuk bisa bertarung secara regular memperebutkan kemenangan, Spies menyatakan, “Saya hanya harus tampil lebih cepat. Saya juga harus cepat secara konsisten. Kami sudah menunjukkan kecepatan kami di Assen dan Indianapolis,” lanjut tandem Jorge Lorenzo ini.

“Saya tahu, YZR-M1 sudah cukup cepat, tapi kami harus memastikan itu di sepanjang musim,” pungkas mantan juara Superbike yang musim lalu menempati uruta lima klasemen pembalap.

Sepanjang pra-musim, Spies dan kubu Yamaha sudah menunjukkan performa kompetitif. Itu bisa dilihat dari hasil sesi uji coba resmi di mana Yamaha selalu mampu bersaing dengan tim juara musim lalu, Repsol Honda di garis depan
sumber : http://sports.okezone.com/read/2012/04/01/38/603461/ekspektasi-tinggi-spies

Sebuah Buku Untuk "SuperSic"



THE BOOK ABOUT SUPERSIC by Dr.Costa


Taukah kamu siapa itu Claudio Costa?,
Yupss bener bgt.. Claudio Costa adalah seorang dokter legendaris di dunia balap motor,yang memutuskan untuk memberikan penghormatan kepada Marco Simoncelli dengan menuangkannya ke dalam buku yang berisi tentang prestasi yang pernah diraih pembalap Italia tersebut.
Buku yang akan ditampilkan pada 21 April mendatang ini dibagi menjadi dua bagian. Yang pertama, yang disebut “Il sogno del dinosauro” (“The Dream of Dinosaur”), menceritakan berbagai cerita dari sang pembalap yang bahkan begitu bersemangat hingga melewati batas pribadi mereka demi kejayaan olahraga. Di antara mereka yang dibahas adalah Mick Doohan, Loris Capirossi, Wayne Rainey, Alex Zanardi, Shoya Tomizawa, Marco Pantani dan, tentu saja Simoncelli.
Bagian kedua, berjudul ”La Vittoria di Marco” (“Kemenangan Marco”), sesuai namanya bagian kedua ini membahas tentang kemenangan rahasia Marco yang dipersembahkan untuk setiap orang. Kemenangan senyumnya, keluarganya, antusias jiwa mudanya, dan senyumnya yang abadi yang tidak menyerah dengan jabat tangan dingin kematian.
Untuk info lebih lanjut tentang buku ini silahkan kunjungi  situs Clinica Mobile.